
Bukan Akhir Segalanya
Cerpen cwek cplluh tiiga
Saat aku menonton pertandingan sepak bola di lapangan yang berada di belakang rumahku, tiba-tiba dating seorang pria imut, manis, keren, pokoknya oke deh tapi itu sih kata teman-temanku, tapi bagiku dia hanya sesosok pria dewasa yang sering memakai celana pensil ketika main bola. Saat itu Citra temanku berkata “Dith, gimana kalau kamu jadi pacar dia? Pasti jadi pasangan yang cocok banget ni.” Hah, apa seorang Aditha Putri harus pacaran dengan cowok cungkring kayak gitu? Ih, gak banget deh!” “Eh, awas lho Dith, bisa-bisa kamu kemakan sama omonganmu sendiri.
Suatu hari sepupuku Sheila ngajak aku buat ketemuan sama seorang cowok bernama Andri. Setelah sampai di tempat itu ternyata Andri datang sama temannya. Oh, ya ampun ternyata dia datang sama cowok yang cungkring itu, namanya Niko. Setelah dua hari sering ketemu dan ngobrol sama Niko ternyata orangnya gak nge-BT in.
Hari itu, tepatnya tanggal 21 Juli aku jadian sama Niko. Hari demi hari kulewati hidupku bersama Niko. Tapi aku kecewa sama Niko karena gaya hidupnya terlalu bebas. Tapi aku berusaha ngomong sama Niko bahwa aku tidak suka dengan gaya hidupnya itu. Sedikit demi sedikit Niko mulai meninggalkan gaya hidupnya yang bebas itu.
Tak terasa hubunganku dengan Niko sudah berjalan 7 bulan dan pada hari itu tiba-tiba Niko berkata. “Dith, sebelumnya Niko pengen minta maaf ama Adith kalau selama ini Niko belum pernah ngebahagiain Aditha.” “Niko ngomong apa sih? Kok ngomongnya jadi ngawur gitu sih.” “Sekali lagi Niko minta maaf ma Adith, terus kayaknya Niko gak bisa nerusin hubungan kita ini!” “Maksud Niko apa sih?” “Niko pengen kita putus…”
Langit yang cerah dan matahari yang bersinar terang tiba-tiba mendadak mendung dan hujan mulai membasahi bumi, seakan-akan menangis menyaksikan perpisahan kita. Aku hanya bisa diam seribu bahasa seakan tak percaya dengan perkataan Niko tadi. Tak ku sadari air mataku mulai membasahi pipi, dan Niko masih berdiri di belakang dan mencoba untuk menenangkanku. Untuk terakhir kalinya dia tersenyum padaku dan mencium keningku sambil berkata “Niko saying banget ma Adith.”
Biarlah waktu yang menjawab semua atas perpisahan kita ini. Mungkin perpisahan kita ini bukanlah akhir segalanya. Aku yakin suatu saat nanti kita akan bersama kembali. Walaupun aku tidak pernah tahu penyebab Niko mutusin aku.
Sabtu, 02 Januari 2010
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.54
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar