THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES ?

Minggu, 22 November 2009

Melawan Penjajah vs Melawan Hawa Nafsu
Oleh Novi Adriyanti

Tampaknya orang-orang sedang sibuk mempersiapkan acara buat Agustusan. Sekarang bulan Agustus kan !!!
Wuaaahhhh, bulan Agustus. Jika kalian mengaku sebagai Warga Negara Indonesia pasti tahu dong sejarah di bulan Agustus ? Yaph bener banget bulan Agustus tepatnya tanggal 17, merupakan hari dimana negeri kita yaitu Indonesia memperingati hari Kemerdekaan. Tapi, jika kalian melihat kalender bulan Agustus juga bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ya, bulan Ramadhan bulan dimana umat Muslim di seluruh dunia akan wajib melaksanakan puasa selama satu bulan penuh dan itu benar adanya.
Jika tidak percaya lihat saja di kalender !!!
17 Agustus tahun 45 itulah hari Kemerdekaan kita
Hari merdeka, Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka,
Sekali merdeka tetap merdeka
Itulah sebagian dari lirik lagu Kemerdekaan Indonesia. Dulu Indonesia di jajah oleh Belanda dan Jepang. Waktu itu para penjajah ingin menguasai Indonesia karena hasil buminya yang melimpah, bahkan rakyat-rakyat Indonesia pun menjadi korban. Mereka di suruh bekerja secara paksa, di berlakukan layaknya binatang, kelaparan, kemiskinan. Kuatnya bangsa ini, darah yang tumpah ruah, peperangan yang berbekal bambu runcing, perjuangan yang mempertaruhkan jiwa dan raga. .Sebagai perlawanannya para pahlawan tetap teguh untuk menghadang dan mengusir para penjajah. Mereka berjuang, tak henti-hentinya mereka berjuang. Akhirnya segala bentuk penjajahan dan penindasan itu musnah, merekalah yang memerdekakan negeri ini Indonesia.
17 Agustus 1945, Sang Merah Putih bisa berkibar dengan bebas. Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Dan itulah arti dari sebuah perlawanan dan perjuangan. Kemerdekaan itu bukanlah sebuah kebetulan, karena mereka selalu berusaha, berjuang, melawandan tentunya berdoa. Melawan penjajah tak semudah membalikan telapak tangan, butuh sebuah perjuangan, pengorbanan. Sekarang negeri kita sudah merdeka, apa yang akan kalian lakukan ?? Walaupun negara kita ini sudah merdeka, tapi setidaknya kita harus mewaspadai jikalau ada musuh yang ingin menjatuhkan negeri ini. Jadi sekarang kita hanya tinggal menikmati hasil perjuangan, tugas kita hanyalah meneruskan cita-cita para pahlawan memajukan, mencerdaskan negeri ini.
Selain mengungkap sejarah perlawanan terhadap penjajah dalam kemerdekaan Indonesia, kita selaku umat Muslim akan melaksanakan puasa Ramadhan yang tentunya kita juga memberlakukan perlawanan terhadap hawa nafsu. Salah satu pemberian Tuhan terhadap manusia selain akal dan pikiran yaitu hawa nafsu. Setiap manusia sudah pasti mempunyai hawa nafsu. Di bulan Ramadhan ini, kita tidak hanya belajar untuk menahan lapar dan haus saja, tapi kita juga belajar menahan hawa nafsu. Di usahakan kita berpuasa melawan hawa nafsu. Janganlalah kita menuruti hawa nafsu, karena di khawatirkan bahwa kita akan berpaling dari kebenaran. Nafsu sekecil apapun tetaplah hawa nafsu yang bisa menyesatkan jalan kebenaran. Dekatkanlah diri dengan beribadah, yakinlah pada kepercayaan kita itulah cara melawan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat terkalahkan, jika kita mendekatdan taat terhadap perintahnya. Namun yang terpenting, jalanilah hidup ini tanpa hawa nafsu dan bumbui Ramadhan kali ini dengan ibadah yang maksimal dan seikhlas mungkin. Dan mudah-mudahan Tuhan menerima semua ibadah kita, jika kita ikhlas melakukannya.
Kita yakin dengan hari perhitungan, hari kekalahan di dunia; hari kerugian di akhirat ; hari pemeriksaan di akhirat; hari pembalasan di akhirat.
Walaupun Indonesia sudah merdeka, tapi kita dapat jadikan semangat para pejuang itu untuk melawan hawa nafsu. Teruslah menyala layaknya api yang berkobar. Jangan sesekali meremehkan perbuatan kita, karena setiap acap kali berbuat pasti kita akan menerima hal yang setimpal dengan yang kita perbuat terlebih lagi jika kita melawan hawa nafsu. Jika kita mengalahkan hawa nafsu berarti kita mengalahkan ajakan setan. Hanya ada dua hal yang menyebabkan orang segan melakukan perbuatan tercela yaitu agama dan harga diri. Melawan penjajah dan melawan hawa nafsu merupakan tekad dari perlawanan yang baik.
Perlawanan yang indah tak selalu baik, tetapi perlawanan yang baik itu selalu indah.

0 komentar: