
Balasan Cintaku
Cerpen HRA 8
Kadang rasa cinta begitu indah saat cinta datang dan menghampiri kita. Tapi, cinta begitu menyakitkan saat cinta pergi dan menjauh dari kita. Ya itulah cinta, kita tak pernah menyadari aka nada dan tiadanya cinta itu.
Perasaan itulah yang sedang kualami, rasa yang selalu buat hati bergejolak tak karuan, membuat pikiran yang tak pernah tenang karena selalu ingat padanya, dan membuat segalanya menjadi buta oleh perasaan cinta. Saat pertama kali ku melihatnya ku tau dirinya dan ku mengenalnya. Aku mulai tertarik pada sosok lelaki itu yang bernama Sigit. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Sejak pertama ku lihat dia, fisiknya yang membuatku terpesona. Dimataku wajah dan penampilannya yang begitu sempurna dan mungkin stiap perempuanpun akan mengatakan seperti itu jika telah melihatnya. Sebenarnya aku mengira perasaan ini hanya sebatas mengidolakannya saja. Tapi lambat laun semuanya berubah, ternyata aku jatuh cinta pada laki-laki itu. Mungkin karena sering melihatnya dan bertatapan wajah dengannya bahkan hamper setiap hari karena dia adalah teman satu sekolahku di SMA, dan juga dia berbeda dengan laki-laki lain, sikap dan sifatnya dingin terhadap perempuan menjadi alasanku menyukai Sigit. Tadinya aku hanya ingin menyimpan perasaan ini sendirian, tapi aku tak bisa menyembunyikan kebahagiaan ini dari teman dekatku Selli.
“Hilda kamu kenapa sih? Dari tadi aku perhatiin kamu kok senyum-senyum sendiri. Kayaknya ada sesuatu nih, ceritain dong!” Tanya Selli padaku. “Mm.. gini Sell, sebenarnya aku lagi suka ama cowok di sekolah ini, Pokoknya dia itu perfect banget deh.” Sahutku. “Oh, ternyata itu penyebabnya, emangnya dia siapa sih? Aku jadi penasaran deh.” Tanya Selli dengan mimic muka penasaran. “namanya Sigit anak kelas 10. Kamu pasti tau kan? Jawabku dengan suara yang rendah. Oh.. yang itu, aku kira siapa.” “Emangnya kenapa Sell? Ada yang salah ya. Kok kamu kayak yang gak seneng gitu sih.” “Bukannya gitu Hilda. Aku Cuma pengen kasih tau kamu aja ya. Di sekolah ini tuh banyak yang suka ama dia, banyak yang ngekhayal pengen jadi pacar dia dan mungkin dia lagi ngincer seseorang di kelas kita.” “Ya Selli kok kamu malah ngomong kayak gitu. Jangan-jangan kamu lagi yang suka ama Sigit?” “ngawur kamu kalau ngomong. Sorry nih bukannya aku pengen mutusin harapan kamu. Tapi dari pada nanti kamu kecewa dan sakit hati, mending kamu simpen perasaan cinta kamu sama Sigit itu.”
Sebentar ku berpikir, kenapa teman yang sudah ku anggap sahabat ternyata dia berbicara yang membuat hatiku tersendat. Tapi sudahlah tak perlu dipikirkan. Mungkin ini omongan Selli yang tak ingin membuat hatiku kecewa nantinya. Berhati-hati aku menjalani semua aktifitasku dengan baik. Ku tambah semangat untuk pergi sekolah dan aku jadi giat belajar karena aku diiringi oleh perasaan cintaku pada Sigit. Tapi pada suatu saat rasanya hati ini bagaikan dicambuk oleh perkataan yang tak ingin ku dengar. Aku mendapat kabar bahwa Sigit menyukai teman sekelasku Leni.
“Hilda, aku udah pernah bilang sama kamu dulu. Lupain Sigit! Dia gak mungkin jadi milikmu.” Ucap Selli memberitaukan dengan lantang. “Emangnya ada apa? Aku gak ngerti apa yang kamu bicarain Sell.” Sahutku. “ Hilda ternyata Sigit suka sama teman sakelas kita, Leni.
Dari situ aku tidak tidak bisa berkata apa-apa. Hanya air mata yang bisa ku keluarkan, hanya perasaan kecewa yang aku rasakan. Laki-laki yang dulu yang sangat kusayangi ternyata dia lebih menyayangi Leni, menyukai dan menginginkan Leni temanku sebagai pacarnya, bukan aku yang telah menaruh harapan besar padanya.
Ku sadar dari kejadian ini, bahwa Sigit tak pernah merespon semua perasaanku, dia mengabaikan perasaanku dan lebih menyakitkan lagi dia tak membalas cintaku yang tulus. Inikah balasan dari semua ketulusan cintaku, kekecewaan yang kuterima. Maafkan aku karena sudah menyimpan kenangan indahmu dihatiku. Ku coba menggapai semua mimpiku, tapi taka da satu yang dapatku raih, hanya sakit yang ku dapat sebab ku telah jatuh..jatuh dimana aku telah menanam rasa cintaku ini pada Sigit. Sekarang ku ikhlas, ku turut bahagia atas pilihan hatimu Sigit. Maafkan Hilda…..
Sabtu, 02 Januari 2010
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.56 0 komentar

Bukan Akhir Segalanya
Cerpen cwek cplluh tiiga
Saat aku menonton pertandingan sepak bola di lapangan yang berada di belakang rumahku, tiba-tiba dating seorang pria imut, manis, keren, pokoknya oke deh tapi itu sih kata teman-temanku, tapi bagiku dia hanya sesosok pria dewasa yang sering memakai celana pensil ketika main bola. Saat itu Citra temanku berkata “Dith, gimana kalau kamu jadi pacar dia? Pasti jadi pasangan yang cocok banget ni.” Hah, apa seorang Aditha Putri harus pacaran dengan cowok cungkring kayak gitu? Ih, gak banget deh!” “Eh, awas lho Dith, bisa-bisa kamu kemakan sama omonganmu sendiri.
Suatu hari sepupuku Sheila ngajak aku buat ketemuan sama seorang cowok bernama Andri. Setelah sampai di tempat itu ternyata Andri datang sama temannya. Oh, ya ampun ternyata dia datang sama cowok yang cungkring itu, namanya Niko. Setelah dua hari sering ketemu dan ngobrol sama Niko ternyata orangnya gak nge-BT in.
Hari itu, tepatnya tanggal 21 Juli aku jadian sama Niko. Hari demi hari kulewati hidupku bersama Niko. Tapi aku kecewa sama Niko karena gaya hidupnya terlalu bebas. Tapi aku berusaha ngomong sama Niko bahwa aku tidak suka dengan gaya hidupnya itu. Sedikit demi sedikit Niko mulai meninggalkan gaya hidupnya yang bebas itu.
Tak terasa hubunganku dengan Niko sudah berjalan 7 bulan dan pada hari itu tiba-tiba Niko berkata. “Dith, sebelumnya Niko pengen minta maaf ama Adith kalau selama ini Niko belum pernah ngebahagiain Aditha.” “Niko ngomong apa sih? Kok ngomongnya jadi ngawur gitu sih.” “Sekali lagi Niko minta maaf ma Adith, terus kayaknya Niko gak bisa nerusin hubungan kita ini!” “Maksud Niko apa sih?” “Niko pengen kita putus…”
Langit yang cerah dan matahari yang bersinar terang tiba-tiba mendadak mendung dan hujan mulai membasahi bumi, seakan-akan menangis menyaksikan perpisahan kita. Aku hanya bisa diam seribu bahasa seakan tak percaya dengan perkataan Niko tadi. Tak ku sadari air mataku mulai membasahi pipi, dan Niko masih berdiri di belakang dan mencoba untuk menenangkanku. Untuk terakhir kalinya dia tersenyum padaku dan mencium keningku sambil berkata “Niko saying banget ma Adith.”
Biarlah waktu yang menjawab semua atas perpisahan kita ini. Mungkin perpisahan kita ini bukanlah akhir segalanya. Aku yakin suatu saat nanti kita akan bersama kembali. Walaupun aku tidak pernah tahu penyebab Niko mutusin aku.
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.54 0 komentar
Cerpen,.......

Titip Melati Depan Rumah
Oleh: Devi Nurdianti Sari (X-4)
“ Rahmi, jadi..kan kerja kelompok hari ini di rumah Lani?” Tanya seorang temannya. “Ah, hari ini aku capek sekali sepertinya aku tidak bisa pergi. Rasanya ingin langsung pulang ke rumah saja, tolong sampaikan maafku pada Lani ya!” Ujar Rahmi sembari memasukkan peralatan tulis kedalam tasnya.
Setibanya di rumah, adiknya yang bernama Rahma langsung menyiapkan teh manis hangat untuknya. Memang sekilas kakak beradik itu seperti kembar saja karena umur mereka hanya selisih satu tahun. Tapi perbedaan mereka sangat mencolok. Setiap harinya Rahma hanya duduk-duduk saja di kursi roda kesayangannya, sesekali diapun berjalan dengan bantuan tongkat yang dari dulu sudah menjadi sahabatnya itu. Tapi walaupun keadaanya seperti itu dia tidak pernah merasa sedih. Dia selalu gembira, rajin, tidak pernah meninggalkan sholat, dan waktunya tidak pernah dia buang dengan sia-sia. “Oh iya, nanti sore bisa temenin Rahma ke dokter? Agak demam sekalian chek-up.” “Pergi saja sendiri pake tongkat atau telepon taksi!” tolak Rahmi. “Eh, kamu ada uang gak? Bukankah puisi kamu baru di muat? Aku ikut nyumbang tenaga nganterin ke kantor pos lho!” Rahma mengeluarkan uang dari dompetnya. “Tapi pulangnya jangan terlalu malam ya!”
Malam harinya Rahmi mendapat telepon dari pacarnya. “Tidak perlu lagi kau jelaskan! Aku sudah tahu semua kebusukanmu. Tadi siang aku melihat kau dan Lani bergandengan tangan sambil bermasraan. Sekarang jangan meneleponku lagi!” Tegas Rahmi seraya menutup teleponnya. Tangisnya langsung memecah keheningan malam. Rahma berusaha untuk menenangkan kakaknya. “Cinta itu memang kadang tidak bisa kita pahami. Kadang harus berkorban, kadang pula dikorbankan. Kadang bisa membuat suka, kadang juga duka. Tergantung kita sendiri, apa kita bisa memeliharanya dengan baik atau tidak. Begitu juga cinta Alloh SWT kepada kita. Alloh menciptakan kita untuk beribadah kepadanya, mencintainya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Alloh SWT senantiasa memberikan nikmat yang begitu besar kepada kita. Tapi kenapa kita malah mengkhianati cinta-Nya, kenapa kita malah mengacuhkan cinta-Nya, kenapa kita malah menduakan cinta-Nya. Pernahkah kakak berfikir seperti itu?” Tanya Rahma. “Mencintai lawan jenis adalah hal yang wajar. Tapi menurut Rahma sebelum kita mencinta lawan jenis, cintailah diri sendiri, keluarga, cita-cita dan masa depan kita terlebih dulu. Cintailah orang-orang yang tak seberuntung kita….”
“ Cerewet… bisa gak sih kamu ngertiin perasaan orang? Bisa gak sekali aja kamu diem dan jangan pernah nasihatin aku dengan kata-kata puitismu itu! Sebenarnya kamu seneng ka ngeliat aku dapet masalah seperti ini, puas kamu?” Rahmi bangkit menuju kamarnya dan menyalakan lagu keras-keras.
“ Belum berangakat sekolah kak? Kakak kenapa, kok pucat? Sakit? Rahma menaruh tangannya ke dahi Rahmi, tapi dia malah menyingkirkan tangan Rahma. “Kakak demam!” Simpul Rahma. “Ini segelas susu hangat dan roti gandum kesukaan kakak. Makan dulu sebelum minum obat, kalau perlu nanti kita ke klinik ya?” Rahmi berkata gusar “Udah deh jangan sok care ama aku. Mending sekarang kamu siapin air hangat. Aku mau mandi!” “Dalam 15 menit akan selesai!” Ujar Rahma sambil memamerkan senyum penuh semangat.
Beberapa minggu kemudian. “Kak, kata dokter umur Rahma tidak lama lagi. Rahma boleh minta tolong gak? Anterin beli bunga melati dong, atau daripada ngerepotin kakak aja yang beliin. Minggu depan Rahma ulang tahun lho!” Canda Rahma. “Gak bisa! Lagi musim ulangan, banyak tugas. Lagian cerpen kamu kan baru dimuat, suruh orang aja buat beli.” Tolak Rahmi dengan nada kesal. “Kak, kenapa sih kita kayak kucing dan anjing yang selalu bertengkar tiap hati. Kenapa kita gak bisa akur seperti kakak beradik lainnya? Kalau Rahma memang sering buat kakak kesal, Rahma mengalah. Mulai detik ini Rahma gak akan ganggu kakak lagi!” Rahma terisak di atas kursi rodanya.
Dua bula berlalu. “Pulang sekolah langsung ke Rumah Sakit jagain adikmu yah! Selama Rahma di Rumah Sakit kamu sekalipun belum pernah menengoknya. Rumah sekarang jadi semrawut karena gak ada Rahma yang bangun lebih dulu tiap paginya.” Ujar Ibu sedih.. Rahmi yang sejak tadi menunduk tak tahan menahan tangisannya. Ia menangis di pangkuan sang Ibu. “Rahmi salah, banyak ngecewain Rahma. Rahmi pikir dengan bersikap egois dan cuek Rahma bisa tegar, gak cengeng dan gak menggantungkan dirinya pada orang lain.” Tiba-tiba telepon berdering. Ternyata itu dari pihak Rumah Sakit yang mengabarkan bahwa Rahma sudah tiada. Ayah, Ibu dan Rahmi segera menuju Rumah Sakit. Rahmi tidak berhenti menangis dan sempat pingsan. Hatinya tercabik. Air mata terus membasahi pipinya dengan deras. “Semua orang memang ingin sempurna. Tapi sempurna itu melelahkan…sempurna itu butuh pengorbanan. Hanya dengan bersyukur, sempurna akan tercapai. Kakak, titip melati di depan rumah kita ya! Semoga tetap segar mewangi seperti cinta Rahma yang selamanya hanya untuk kakak.” Sepenggal tulisan Rahma itu kini disimpan oleh Rahmi di hatinya yang terdalam. Nasihat-nasihat Rahma yang dulu, selalu diingat oleh Rahmi. “Manusia itu memang tidak ada yang sempurna, tapi dengan bersyukur sempurna akan tercapai.”
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.52 0 komentar
Merenung,.............

Waktu memang tak pernah bosannya berputar. Dengan waktupun kita bisa mengukur berapa lama kita kuat bertahan melalui hidup di dunia ini, waktupun yang mengakhiri kita hidup di dunia ini.
Aku tak pernah tahu kapan waktu akan mengakhiri hidupku saat ini. Aku ingin tahu kapan dan aku hanya bisa menunggu waktu itu datang. Andai aku tau waktu itu kapan datang, mungkin aku akan bersiap-siap untuk untuk menunggunya, dan mungkin aku telah siap apabila waktu menjemputku.
Tubuh ini sangat sakit, menderita menahan perih. Aku hanya bisa berdoa agar agar waktu cepat datang dan mengakhiri perih yang diderita oleh tubuh ini. Sempat terfikir dalam benakku ini untuk mengakhiri waktuku sendiri, namun ku berpikir ulang mengakhiri waktu dengan kehendak sendiri itu tak menguntungkan, dan timbul pertanyaan dalam benakku “Apa aku siap untuk mengakhiri waktuku sendiri? Apa aku siap mempertanggungjawabkan semuanya?”
Rasa sakit ini tak pernah hilang “anjinx” kata itu terlontar saat sakit it uterus menggigit dalam tubuh. Persetan dengan waktu itu, aku tak tahan menahan semuanya. Obat-obat ini telah merasuk dalam tubuhku dan otakku. Aku ingin mati agar aku tak menyia-nyiakan waktu dengan berbagai rasa sakit yang aku derita. Aku tak ingin membuat kerugian yang sangat besar lagi untuk kedua orang tuaku. Dengan aku lahir ke dunia ini tanpa rasa ingin dimiliki oleh orang tuaku. Aku anak yang terbuang walaupun aku masih memiliki orang tua. Aku tak terperhatikan, aku tak diindahkan dan aku tak diinginkan.
Hanya obat-obat itu yang memperhatikanku, megindahkanku dan menginginkanku. Dari waktu aku mengenal obat itu. Dulu aku lupa akan waktu, tapi waktu itu yang mengingatkanku akan hidup yang lebih berarti. Tapi aku sadar waktu juga membuat hidupku sia-sia karena waktu mengenalkanku padanya.
Kerugian yang disebabkan oleh waktu membuat hidupku sia-sia. Seharusnya aku memanfaatkan waktu itu, tapi tak bisa ku manfaatkan. Aku tergoda oleh obat-obatan itu. Obat itu yang menjanjikan hidup di dunia. Dunia yang penuh dengan imajinasi, dunia yang membuat kerugian yang sangat besar untukku dan keluargaku.
Persetan dengan tubuh yang sakit ini, aku ingin memanfaatkan sisa waktuku yang sedikit untuk membahagiakan orang-orang yang telah aku rugikan. Aku tak peduli dengan mereka yang menginginkan keberadaanku di dunia, yang pasti mereka ingin segera waktu menjemput ajalku.
Di malam yang dingin, gelap dan sunyi tubuh ini terkapar tak berdaya. Aku merintih, menjerit, namun sesaat aku tertawa karena aku merasa waktu telah datang menjemputku. Tubuh ini tak bisa ku gerakkan, ku inginkan barang itu namun ku harus menahannya karena waktu sebentar lagi akan mengakhiri hidupku. Orang-orang itu menangis tapi mataku melihat orang-orang itu seakan tertawa dan berkata “Cepatlah kau pergi dari sini, kami tak tahan harus melihatmu!”
Waktu itu telah menjemputku. Aku bahagia dan sekarang aku akan tenang dengan semua yang aku dapatkan di penghujung hidupku ini.
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.47 0 komentar
Happy New Year

HARI TAHUN BARU
1 Januari Hari pertama tahun kalender.
TANGGAL TAHUN BARU
Kalender Romawi kuno menggunakan tanggal 1 Maret sebagai Hari Tahun Baru. Belakangan, orang Romawi Kuno menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun yang baru. Pada Abad Pertengahan, kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru. Hingga tahun 1600, kebanyakan negara-negara Barat telah menggunakan sistem penanggalan yang telah direvisi, yang disebut kalender Gregorian.
Kalender yang hingga kini digunakan itu menggunakan 1 Januari kembali sebagai Hari Tahun Baru. Inggris dan koloni-koloninya di Amerika Serikat ikut menggunakan sistem penanggalan tersebut pada tahun 1752. Kebanyakan orang memperingati tahun baru pada tanggal yang ditentukan oleh agama mereka. Tahun baru umat Yahudi, Rosh Hashanah, dirayakan pada bulan September atau awal Oktober. Umat Hindu merayakannya pada tanggal-tanggal tertentu. Umat Islam menggunakan sistem penanggalan yang terdiri dari 354 hari setiap tahunnya. Karena itu, tahun baru mereka jatuh pada tanggal yang berbeda-beda pada kalender Gregorian tiap tahunnya.
SEJARAH DAN CARA MERAYAKAN DI MASA LAMPAU
Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas. Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar. Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.
Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.
PERAYAAN MODERN
Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.
Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.46 0 komentar
Proposal,.....
1. Dasar Pemikiran
Kegiatan yang akan kami laksanakan tidak terlepas dari Anggaran Dasar Pers Sekolah tentang keorganisasian. Dalam pasal 6 dan pasal 16, disebutkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan rutin tiap tahunnya yaitu melantik anggota baru Pers Sekolah SMA 1 Banjaran dan Musyawarah Pers Sekolah yang terdiri atas, Musyawarah Anggota, Musyawarah Kerja dan Rapat Angota. Selain itu, kegiatan ini dilatarbelakangi dengan tujuan Pers Sekolah SMA 1 Banjaran yaitu untuk membina, mengembangkan, dan mengarahkan kemampuan dan potensi anggota Pers Sekolah khususnya dan siswa SMA 1 Banjaran di bidang kompetensi membaca dan menulis. Salah satu usaha dalam mencapai tujuannya, Pers Sekolah SMA 1 Banjaran membuat media penerbitan berupa buletin/ majalah. Maka dari itu untuk membantu kelancaran diperlukannya anggota generasi penerus Pers Sekolah SMA 1 Banjaran untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Landasan Dasar
Landasan dasar kegiatan ini adalah :
a. AD/ ART Pers Sekolah
b. Tujuan Pers Sekolah SMA N 1 Banjaran
3. Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
a. Pelantikan Anggota III Pers Sekolah SMA 1 Banjaran
b. Ketetapan Musyawarah Anggota III Pers Sekolah
c. Pengangkatan Ketua Umun Pers Sekolah
d. Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban
e. Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga
f. Program Kerja Pers Sekolah
g. Tata Tertib Musyawarah Anggota III Pers Sekolah
h. Presidium Sidang Anggota
4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan yang akan kami laksanakan terbagi menjadi dua bagian, yaitu Kegiatan Pelantikan Anggota Baru Pers Sekolah dan Musyawarah Pers Sekolah. Dan masing-masing kegiatan tersebuat akan dilaksanakan dalam waktu yang berbeda. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut :
Pelantikan Anggota III Pers Sekolah
waktu : Minggu, 11 Oktober 2009
pukul : 09.00 s.d selesai
tempat : SMA 1 Banjaran
Musyawarah Anggota III Pers Sekolah
waktu : Minggu, 18 Oktober 2009
pukul : 09.00 s.d selesi
tempat : SMA 1 Banjaran
5. Peserta
Peserta dalam kegiatan ini adalah Anggota Pers Sekolah SMA 1 Banjaran dan Calon Anggota Pers Sekolah SMA 1 Banjaran.
6. Acara dan Kegiatan
Acara dan Kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Pelantikan Anggota III Pers Sekolah SMA 1 Banjaran
2. Kegiatan Musyawarah Anggota III Pers Sekolah SMA 1 Banjaran
a. Pengangkatan Ketua Umun Pers Sekolah
b. Pengesahan Lpaoran Pertanggungjawaban
c. Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga
d. Program Kerja Pers Sekolah
e. Tata Tertib Musyawarah Anggota III Pers Sekolah
f. Presidium Sidang
7. Susunan Kepanitiaan
Susunan Kepanitiaan
Dalam Kegiatan Pelantikan Anggota Baru Pers Sekolah SMA 1 Banjaran
Pelindung : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banjaran
(Drs. Adang)
Penasihat : Drs. Rudi Rahadiansyah
Dra. Hj. Nina Herliana
Pembimbing : Ismail Kusmayadi, S.Pd
Penaggung jawab : Ketua Umum Pers Sekolah
(Anna Marliana)
Ketua Pelaksana : Khamal Ismadie
Sekretaris : Novi Adriyanti
Bendahara Kegiatan : Winwin Winangsih
Perlengkapan : Susanti
Konsumsi : Lailia Suci R
8. Anggaran
Rancangan Anggaran Pembiayaan
Pengeluaran
1. Kesekretariatan : Rp 100.000,00
2. Perlengkapan : Rp 50.000,00
3. Konsumsi : Rp 100.000,00
4. Peralatan : Rp 50.000,00
5. Spanduk : Rp 50.000,00
Jumlah Rp 350.000,00
“Tiga ratus lima puluh ribu rupiah”
9. Penutup
Demikian proposal ini kami susun dengan tujuan untuk mendapatkan persetujuan dari sekolah agar kegiatan yang kami laksanakan bisa terwujud. Atas partisipasi dan kerjasama demi suksesnya kegiatan ini, kami mengucapkan terima kasih.
Banjaran, 7 Oktober 2009
Ketua Pelaksana, Sekretaris,
Khamal Ismadie Novi Adriyanti
Mengetahui,
Pembina Pers Sekolah Ketua Umum Pers Sekolah
SMA 1 Banjaran, SMA 1 Banjaran,
Ismail Kusmayadi, S.Pd. Ana Marliana
Wakasek Kesiswaan
SMA 1 Banjaran,
Drs. Rudi Rahadiansyah
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.45 0 komentar
Drama,..............

Seandainya,…….
Di suatu lembah yang subur, dimana air mengalir dengan jernih, sumber makanan yang berlimpah dan kehidupan yang damai. Tampak seorang penyihir jahat yang bernama Cemarikotori. Penyihir Cemarikotori murka melihat lembah yang begitu subur, dia benci keindahan. Dia sangat kotor dan bau bahkan dia tak pernah mandi sekalipun. Dia berniat untuk mengubah lembah itu menjadi kotor dan tandus.
Penyihir Cemarikotori : Hahaha,……Haa,............
Akan ku ubah tempat ini menjadi kering.
Hahaha,.......haha,....
(berjalam mondar mandir sambil tertawa)
Menangislah para rakyat,
Memohonlah ,...............
Lembah ini akan ku kutuk.
”Lembanikukotoricemari”
Haha,.....ha...ha....aku puas,......puas......
Sekarang lembah ini menjadi kotor dan tandus.
Hahaha,..............ha..............
(pergi tanpa bekas)
Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berjalan. 4 tahun telah berlalu, rakyat di lembah itu menderita. Terdengarlah suara teriakan 2 orang yang kelaparan dan kehausan.
Mela : Aku Lapaaaaarr,..............
Laparrrr,...........perutku keroncongan
Makan,..........makan......
(Sambil merangkak dan memegang perut)
Larati : Aku hauuuuus,.........
Hauuuuuuss,.........hauuuuss
Air,....air......
(Mondar mandir tak karuaan)
Tiba-tiba munculah seorang gadis dan membuat bingung orang kelaparan dan kehausan. Gadis yang merindukan lembah subur dan berharap lembah itu bisa kembali lagi seperti dulu.
Rindu : Seandainya,........
Penyihir itu tidak mengutuk lembah ini.
Penyihir jahat,........kejam,..........kejam,.........
(teriaknya kesal dan pergi menghilang entah kemana)
Bu Miski : Kasihan anak-anakku, mereka kehausan dan kelaparan.
Kemarilah nak, sabar ya nak.
Semoga semua ini cepat berlalu.
(terlihat prihatin dan sedih melihat anak-anaknya)
Mela : Aku Lapaaaaarr,..............Lapaar
Nasi,...ayam goreng......dimana kalian?
Aku lapar....lapar
(Sambil mencari terpontang panting)
Larati : Aku hauuuuus,.........
Hauuuuuuss,.........hauuuuss…aku minta air
Air,....air......dimana engkau?
(Mondar mandir kesana kemari)
Kemudian datanglah 2 orang adik kakak yang kaya raya dan sombong. Lalu Bu Miski datang menghampiri mereka dan memohon, minta-minta.
Jayanti : Tempat apa ini ? Iiih kotor,.....bau......
(merasa risih dan menutup hidung)
Bu Miski : Nyonya besar,............
Tolonglah kami,....kami kehausan ,...kelaparan.
(berharap akan pertolongannya)
Soraya : Ih orang miskin, bau tengil, bisa hidup lagi.
Sana minggir, saya jijik melihat kamu.
Iiih Viiruss......viruss,......virus,........
(risih meliat Bu Miski)
Jayanti : Iih Kak, bajumu kotor.
(menunjuk kearah kakaknya)
Soraya : Waahh masa,.... Iiiih dasar orang miskin.
Gara-gara kamu baju saya jadi kotor
Pergi sana,.....pergi,.....huss,....husss..huss
(mengusir Bu Miski sambil mara-marah)
Jayanti : Kamu ga punya telinga ya,...Pergi sana,....sana,......
(teriaknya sambil mengusir)
Karena melihat ibunya di caci maki oleh orang kaya yang sombong, Mela dan Larati menghampiri ibunya dan meminta-minta kepada orang kaya.
Mela : Lapaaaar........... (memegang kaki Jayanti)
Minta makanan,......Lapar...makan....makan
(sambil memohon)
Larati : Saya hauuuus........ (memegang kaki Soraya)
Minta airnya,....hauss,...hauss,........
(sambil menita-minta)
Ibu Miski : Sudahlah,....anak-anaku..
Mereka itu orang kaya yang kejam,...kejam....
Tidak punya belas kasihan..
(Sambil memegang kedua anaknya)
Tiba-tiba muncul kembali seorang gadis yang membuat bingung orang kelaparan dan kehausan.
Rindu : Seandainya ,.......
Semua orang di lembah ini bisa hidup damai.
Damailah,.....berdamailah,............wahai orang-orang.
Berdamailah,…………… Piiiissss men,……
(mengilang tanpa jejak)
Soraya dan Jayanti : Orang miskin,...........
Pergii kalian,.........
(teriak mereka berdua)
Akhirnya orang miskinpun pergi meninggalkan mereka berdua dan mereka pun sibuk membersihkan kotoran yang ada di baju mereka.
Mela : Ibu, makanan,....makan.
(melihat ibunya)
Larati : Ibu hauuus,.......air
(memegang tangan ibunya)
Ibu Miski : Sabarlah anak-anaku, semoga keajaiban bisa datang.
(penuh pengharapan)
Gadis yang membuat bingung orang miskin, akhirnya muncul kembali.
Rindu : Seandainya,.............
Ada orang yang bisa mengembalikan lembah ini seperti dulu.
Indah,......subur,..........
Datanglah wahai penyelamat,...........datanglah,.....
Datanglah,..............
(teriakan yang perlahan menghilang dengan sosoknya)
Kemudain datanglah seorang peri kecil, yang telah di utus untuk menyelamatkan lembah itu, dia bernama Peri Kinclong.
Peri Kinclong : Haah,.......ko tandus.. (berjalan kesana kemari)
Nah lhooo,........ko kurus (mendekati Mela)
Nah lhooo,........ko kering (mendekati Larati)
Kasian,..............kasian kalian.
Soraya : (mendekati peri Kinclong)
Ini siapa lagi ?
Kurus,.......kering kaya begini...Ha.....
Jayanti : Ya benar kak, kurus !!! Kurus, kecil lagi,........
(membenarkan pendapat Kakaknya)
Peri Kinclong : Asal kalian tahu,..
”Aku Peri Kinclong, gigiku tidak ompong
Aku tidak sombong, tak pernah lupa menolong
Kinclong,...Kinclong,.........Kinclong...
Lalalalala,.............Aku Peri Kinclong”
(bernyanyi seperti nyanyian Burung Kakatua)
Soraya dan Jayanti : Kwkwkhahahaahaha,.......Peri Kinclong
(tertawa terbahak-bahak)
Soraya : Hari gini, ada peri. Hahaha,.......
Jayanti : Ya kak,..hari gini ada peri. Paling juga peri solokan.
Hahaha,.............(tertawa)
Peri Kinclong : Dassar kalian orang kaya yang sombong.
Ku kutuk kalian jadi patung ”Ooowrakayasialan”
(komat kamit mengucap mantra)
Soraya dan Jayanti : Pergiiiiiiii,..............
Namun kedua orang kaya yang sombong tidak sempat melarikan diri, akhirnya mereka menjadi patung. Orang miskin sangat terkejut melihat kedua orang kaya itu menjadi patung.
Ibu Miski : Ooh peri,....
Apakah engkau benar-benar seorang peri.
Tolong kembalikanlah lembah ini.
(memohon kepada peri dengan penuh pengharapan)
Mela : Ibu peri,....
Lapaaaarr minta makan,..makan
Larati : Aku haus,....minta air.....air
(melihat ibu peri)
Tak ada habisnya, gadis aneh itu kembali muncul.
Rindu : Seandainya,.......
Jika engkau benar seorang peri yang di utus untuk
Menyelamatkan lembah ini. Tolonglah,.....bantulah,.....
Selamatkanlah wahai peri,.........
sebelum penyihir jahat itu kembali datang.
(hilang tak tahu kemana)
Tak perlu menghitung detik, akhirnya penyihir jahat datang.
Penyihir Cemarikotori : Hahaha,..........haha,.............haha......
Siapa yang berani mengubah lembah ini.
(mengelilingi lembah)
Lawanlah aku, siapa yang berani menantangku,
Sang Penyihir ”Cemarikotori”
Hahahaha,........ha..........
Ibu dan kedua anak yang kelaparan dan kehausan terdiam, terkejut seolah ketakutan.
Peri Kinclong : Oh, jadi kamu penyihir yang mengubah lembah ini.
(menantang Penyihir Cemarikotori)
Penyihir Cemarikotori : Hahaha,..........haha,.............haha......
”Aku adalah penyihir jahat, selalu kotor dan juga bau
Setiap hari tak pernah mandi, ataupun lupa menggosok gigi
Penyihir Cemarikotori,...Penyihir Cemarikotori”
(bernyanyi dengan nyanyian Anak gembala)
Itulah namaku,..........
Hahahahaha,...........haha (berlagak sombong)
Peri Kinclong : Iiiih,.......ihiih,..............
Penyihir mulutmu bau tuh,.
Badanmu juga bau.
(sambil menutup hidung)
Bu Miski, Mela & Larati: Iiiih,....bau.............
Iiiih,....ga pernah mandi
Iiih ,...........ko gitu siih,.......
(seru mereka bertiga)
Penyihir Cemarikotori : Kalian diam orang miskin,........
Akan aku kutuk kalian jadi patung seperti mereka.
(ancam Penyihir Cemari kotori)
Bu Miski, Mela & Larati: Ampuuun Penyihir,.............kita akan pergi....
Kita akan pergi. (ketakutan)
Penyihir Cemarikotori : Hahahhahahahahaha,..............(tertawa)
Ibu Miski : Ayo anak-anaku kita pergi, sebelum penyihir itu berubah pikiran.
(ajak ibunya)
Mela : Aku lapar,..............Penyihir bau..(sambil pergi)
Larati : Aku hauss,............Penyihir yang ga pernah mandi..(pergi juga)
Ibu Miski : Sadarlah kau Penyihir bau dan ga pernah mandi......(pergi)
Penyihir Cemarikotori : Aku bau,........aku ga pernah mandi
(sambil mencium badannya)
Oh tidak,...........ternyata aku memang bau
(memegang kepalanya)
Kehadiranya yang aneh, membuat bingung. Akhirnya gadis itu datang kembali.
Rindu : Seandainya,........
Penyihir Cemarikotori bisa insaf.
Cepatlah tobat,.......cepatlah tobat.......
Kiamat sudah hampir dekat...(teriaknya)
Penyihir kembalilah engkau ke jalan yang benar.
Cintailah keindahan dan kebersihan,
Karena kebersihan dan keindahan sebagian dari iman.
Lihatlah diriku,.........aku bersih, aku wangi.
Kembalialh,......kembalilah,...............
(hilang tanpa bekas)
Penyihir Cemarikotori : Aku bau,........aku ga pernah mandi
(sambil mencium badannya)
Aku ingin wangi,............bersih,........
Peri Kinclong : Aku tahu caranya,.........
Kembalikanlah lembah ini seperti dulu,
karena itu merupakan cara supaya kamu bisa mandi.
Kamu pati bisa wangi dan bersih, tentunya,
Kinclooooong,.......clooong,......clong........seperti namaku
Peri Kinclong...
(sarannya)
Penyihir Cemarikotori : Baiklah kalo begitu, akan ku kembalikan tempat ini.
”kambalibalikan...kambalibalikan” (mengucap mantra)
Setelah lembah itu kembali seperti dulu, Penyihir Cemarikotori telah sadar.
Penyihir Cemarikotori : Ternyata benar, lembah ini indah sekali.
Kalau begitu aku mau pergi dulu,......
aku mau mandi biar wangi dan bersih...
Dadah semuanya, selamat tinggal.
(sambil pergi)
Peri Kinclong : Jangan lupa gosok gigi ya,........
(saranya)
Kemudian orang kaya yang di ubah menjadi patung bisa berbicara.
Soraya : Jangan lupakan kami,
Aku ingin menjadi manusia lagi.
(memohon)
Jayanti : Ya,....jangan lupakan kami.
Kami tidak mau menjadi patung selamanya.
Penyihir Kinclong : Okey kalau begitu, akan aku ubah kalian menjadi manusia.
Tapi dengan satu syarat, kalian harus berubah dan membagi
harta kalian kepada orang miskin.
Janganlah kalian sombong.
(pintanya)
Soraya dan Jayanti : Baik, peri. Kami tidak akan sombong lagi.
Peri Kinclong : ”orakayakambalibalikan”
(mengucap mantra)
Setelah orang kaya itu berubah, mereka pun tersadar dan kembali menjadi manuisa.
Soraya : Terimakasih, peri....
Jayanti : Ya,...terimakasih peri yang cantik dan tidak sombong.
(memuji peri itu)
Peri Kinclong : Ya , tapi ingat janji kalian.
Sekarang tugasku sudah beres. Aku akan pergi.
Selamat tinggal semuanya,...........
Bersenang-senanglah,...........
(meninggalkan lembah itu)
Setelah peri yang di utus itu pergi, Soraya dan Jayanti merasa senang.
Soraya : Akhirnya Kakak menjadi manusia lagi.
Jayanti : Ya kak, akhirnya kita jadi manusia lagi.
(selalu membenarkan kakaknya)
Soraya : Kalau begitu, ayo kita pulang kerumah.
(ajaknya sambil pergi)
Jayanti : Dengan senang hati kak,...
Kakak beradik itupun pulang kerumah dengan bahagia. Tiba-tiba terdengarlah Ibu Miski dan kedua anaknya, mereka sedang mengeluh karena keterlaluan.
Ibu Miski : Anak-anaku, kalian sekarang tidak kelaparan dan kehausan lagi.
(ujar Bu Miski)
Mela : Aku kenyang,.............kenyang,...........perutku kenyang.
(ucapnya sambil tertawa),...
Ibu, aku mau pergi main.
(meninggalkan Ibu Miski dan Larati)
Larati : Ibu aku ingin buang air kecil,....
Dari tadi aku sudah menghabiskan segalon air minum.
Aku ingin buang air kecil,............
Kebelet pipis,........
(Kocar kacir meninggalkan ibunya)
Ibu Miski : Dasar anak-anak. He.......
(ucapnya sambil tertawa)
Terimakasih Tuhan, karenamu tempat lembah ini kembali.
(sambil mengambil nafas dan pergi mengikuti kedua anaknya)
Lama tidak muncul, akhirnya gadis aneh itu muncul kembali.
Rindu : Akhirnya,............
Bunga-bunga kembali mekar,
Air kembali mengalir,
Kerinduan perlahan telah pudar,
Jalan keindahan sudah terbuka lebar,
Kedamaian kini telah hadir,........
Berbahgialah,..........berbahagialah,................
(sambil menghilang)
Diposting oleh iis,novi,seri di 21.37 0 komentar
